Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 21.47 dan senandung lagu batak dari tape player semakin menambah sendunya perjalanan ini.
Hanya ada Bang Jabat (si Tulang, kalau kata anak-anak TVOne) yang masih fokus dengan aktifitasnya mengemudikan mobil. Pak Eko sepertinya sudah lelap di kursi belakang. Dan aku pun memperoleh kebebasan untuk mengetikkan kata-kata ini.
Perjalanan kali ini adalah sebuah perjalanan kembali ke ‘kampung halamanku’ - jika benar bahwa definisi kampung adalah tempat kita dilahirkan dan dibesarkan.
Terhitung 1999-akhir, aku meninggalkan kampung halaman karena alasan pendidikan. Dan kalau tidak salah mengingat, hanya satu kali saja aku kembali ke rumah orang tua. Yaitu sewaktu baru saja lulus SMA, sewaktu menunggu pengumuman UMPTN (atau sewaktu menunggu jadwal ujian, entahlah). Dan semenjak itu, tidak pernah lagi kembali ke wilayah Kabupaten Aceh Utara.
Perjalanan ini diperkirakan hanya berdurasi kurang lebih 6 jam, dan tidak mewajibkan aku untuk berdesakan dengan penumpang lain. Sebuah perjalanan yang nyaman, karena pihak yang mengundang kami, menyediakan mobil penjemputan dengan AC yang masih baik kerjanya. Sebuah perjalanan yang tenang karena bang Jabat benar-benar paham pepatah lama “biar lambat, asal selamat”.
Sebuah perjalanan menelusuri kembali kenangan lama berkendara dengan si Bapak yang hapal betul rute Lhokseumawe-Medan.
Sebuah perjalanan yang dapat kujalani (kembali) karena aku ngeblog.